Swansea buat frustrasi Arsene Wenger

8-arsene-wenger-frustrasi

Arsene Wenger dibuat frustrasi saat pertaruhan Arsenal untuk raihan poin Liga Primer tertinggi dalam 10 tahun diakhiri oleh kemenangan Swansea di menit-menit akhir di Emirates Stadium.

Arsenal menguasai pertandingan di babak kedua tetapi hanya mendapati mantan penjaga gawang andalam mereka Lukas Fabianski terlalu baik untuk ditaklulkan ketika sundulan menit akhir Bafitembi Gomis memberikan tim asuhan Garry Monk tiga angka penuh dari London.

Dan meski frustrasi, Wenger yakin timnya bisa mengambil banyak hal positif ke dalam pertandingan hari Minggu nanti menghadapi Manchester United meski mereka harus mencatat kekalahan pertama dalam 10 pertandingan liga.

“Sangat frustrasi karena kami kalah dalam sebuah pertandingan di mana kami tidak berada di dalam ancaman kebobolan,” ungkapnya kepada Sky Sports.

“Ada pertanyaan untuk menyelesaikan peluang dengan lebih baik, sabar dan tidak membuat kesalahan di lini belakang. Kami sedikit tidak beruntung kebobolan tetapi juga merasa bersalah.

“Secara keseluruhan kami frustrasi tetapi ada banyak hal positif dalam pertandingan malam ini. sayangnya, ini jenis permainan yang anda mainkan 20 kali dan anda menang 19 kali dan kalah sekali. Malam ini kami harus merasakan kekecewaan itu.

Dan ketika ditanya apakah hal-hal positif itu, dia menambahkan: “Ritme, dominasi kami dan kualitas pertandingan kami ada di kualitas terbaik.

“Anda harus belajar dari kekalahan tetapi saya juga yakin anda harus mengambil semangat dari sebuah kekalahan seperti itu. Sekarnag, mari memulihkan keadaan dan menyiapkan diri untuk pertandingan kami berikutnya.

“Para pemain kecewa tetapi kami ingin bangkit menghadapi pertandingan kembali hari Minggu nanti. Sebuah pertandingan yang penting.”

Fabianski menunjukkan penampilan cemerlang saat kembali ke Emirates, mementahkan usaha-usaha dari Santi Cazorla, Alexis Sanchez dan Theo Walcott di menit-menit akhir.

Tetapi Wenger bersikeras penyelesaian akhir adalah yang harus disalahkan ketimbang penampilan Fabianski.

“Anda tidak bisa menyalahkan setiap pemain,” tambahnya. “Di lini depan, dalam penyelesaian kami tidak cukup tenang dan ingin terburu-buru dan terkadang memaksakannya ketimbang menggunakan teknik.

“Fabianski bermain luar biasa tetapi memang terkadang itulah keadaannya. Saya merasa penyelesaian kami sedikit membuatnya lebih mudah.”