Momen FA Cup yang tidak akan terlupakan

Banyak cerita dan sejarah telah terukir sepanjang gelaran FA Cup. Salah satu turnamen paling bergengsi di Inggris ini menjadi batu loncatan yang tepat bagi tim-tim di bawah Liga Primer untuk menunjukkan kualitas mereka. Tak heran, kompetisi ini selalu disajikan dengan drama yang sering kali tidak pernah dilupakan sepanjang sejarah sepak bola.

8-liverpool

Jas putih LIverpool, 1996

Sebetulnya jas mereka berwarna krim. Dan itu merupakan ide dari David James. Penjaga gawang Liverpool ini memiliki kontrak model untuk Giorgio Armani. Sehingga perusahaan penjahit baju ternama asal Italia ini bisa memberikan beberapa baju terbaiknya untuk dipakai oleh para pemain Liverpool di partai final. Sayangnya kostum tersebut justru membuat para pemain terlihat seperti sekumpulan pedagang es krim. Lawan mereka pada partai final tersebut, Manchester United, mengenakan pakaian angkatan laut, dengan gembira mengalahkan mereka.

8-michael-owen

Dua gol Michael Owen kalahkan Arsenal, 2001

Liverpool sudah berhasil memenangkan dua League Cup dan mereka tengah melaju ke final Uefa Cup ketika Michael Owen memastikan bahwa langkah Treble Winner mereka berada di trek yang tepat. Dia berhasil menyamakan gol pembuka dari Arsenal ketika, dengan dua menit waktu normal tersisa, Patrik Berger mengirimkan umpan panjang yang indah ke jalurnya. Menangkap bola dengan sempurna, sebelum melesatkan tembakan antara Lee Dixon dan Tony Adams, Owen menembakkan, dengan kaki kiri, tendangan yang melewati David Seaman. Dia merayakan gol itu dengan sebuah roda dan senyum terlebar yang pernah dilihat di Millennium Stadium.

8-ian-wright

Ian Wright kacaukan lini belakang Man United, final 1990

Penyerang tengah Crystal Palace ini baru saja kembali bugar setelah mematahkan kakinya di awal musim tersebut. Dari sejak itu dia selalu datang sebagai pemain pengganti, kecepatan dan kekuatannya memberikan malapetaka di barisan belakang Manchester United. Steve Bruce dan Gary Pallister benar-benar tidak bisa menempel ketat dia ketika dia terus berlari dan menusuk pertahanan dan mencetak dua gol ketika Palace, tim terakhir dengan seluruh pemain asal Inggris yang berlaga di final, meraih hasil imbang 3-3.