Daftar cidera parah yang mempengaruhi performa tim

8-modric

Luka Modric, Real Madrid

Luka Modric mendapatkan cidera urat betis di bulan November lalu yang membuatnya harus melewatkan 15 pertandingan di La Liga.

Dalam masa absennya tersebut, Los Blancos dikalahkan 2-1 oleh Valencia, 4-0 oleh Atletico Madrid dan 1-0 oleh Athletic Bilbao. Di Copa del Rey, mereka dikalahkan 2-0 oleh Atletico dan harus tersingkir setelah hasil imbang 2-2 di leg kedua menghadapi rival sekota mereka itu.

Cukup mengjutkan untuk sebuah tim yang berhasil mencatatkan 13 rentetan kemenangan hingga titik di mana pemain internasional Kroasia ini cidera.

Cidera yang menimpa Pepe, Sergio Ramos dan James Rodriguez tidak menambah keadaan lebih baik ketika Modric terpaksa menyaksikan pertandingan dari bangku penonton, dan meski Isco bermain dengan sangat mengagumkan di lini tengah selama absennya, kehadiran menenangkan dari Luka Modric nyaris tidak mungkin tergantikan oleh siapa pun.

Modric kembali beraksi pada tanggal 15 Maret, dan Madrid hanya kalah satu kali di La Liga sejak saat itu.

Dengan hanya enam pertandingan liga tersisa dan satu fase terpenting di semi final Liga Champions yang semakin mendekat, Modric lagi-lagi masih dirawat di meja perawatan, kali ini dengan cidera lutut.

Dengan penghujung musim yang makin mendekat, kita akan melihat betapa pentingnya cidera terakhir Modric ini.

8-strootman

Kevin Strootman, Roma

Roma berubah dari yang tadinya sebuah tim dengan kesempatan memenangkan Scudetto jadi sebuah tim yang tertinggal 15 angka di belakang pemuncak klasemen Juventus – betapa mereka membutuhkan Kevin Strootman musim ini.

Pemain 25 tahun ini, yang sayangnya harus dilanda cidera lutut selama beberapa musim, baru mencatatkan enam pertandingan di Serie A musim ini.

Miralem Pjanic juga menderita cidera yang serupa, Daniele De Rossi baru bermain dalam enam dari 13 pertandingan terakhir dia dan Seydou Keita juga absen karena cidera setelah kembali dari Piala Afrika. Semuanya ada di lini tengah!

Strootman, yang telah mencatatkan 31 pertandingan Serie A antara musim 2013/14 dan 2014/15 seharusnya mampu memainkan peran krusial bagi Roma musim ini.