3 Momen FA Cup yang Belum Anda Ketahui

Dari ribuan momen bersejarah tercipta, kami menampilkan 3 rangkuman momen unik FA Cup yang belum pernah anda ketahui sebelumnya.

8-jim-standenGelar Double Jim Standen 1964

Tahun 1964 merupakan tahunnya Jim Standen. Itulah ketika dia mencatatkan gelar double yang tidak pernah bisa dia lampaui lagi prestasinya. Pertama, sebagai penjaga gawang West Ham, dia memenangkan medali FA Cup ketika timnya mengalahkan Preston di babak final. Kemudian, tiga bulan setelahnya, dia mendapatkan medali lainnya. Sebagai pemain kriket yang akurat, dapat diandalkan, dan cepat, dia berhasil meraih gelar kejuaraan bersama Worcestershire. Itulah seseorang yang bisa anda sebut sebagai sempurna.

8-jack-tinn

Jack Tinn dan sepatu keberuntungannya, 1939

Don Review punya jas keberuntungannya, Malcolm Allison punya topi keberuntungannya, tetapi bagi manajer Portsmouth pakaian keberuntungan Jack Tinn adalah sesuatu yang sedikit berbeda; dia menggunakan sepasang sepatu keberuntungan pada perjalanan timnya ke final 1939, final terakhir yang dimainkan sebelum jeda kompetisi sepak bola karena perang. Dan di Wembley dia lagi-lagi memakainya ketika Portsmouth mengalahkan Wolves 4-1. Dia kemudian terus menyimpan Piala tersebut di bawah kasurnya sepanjang perang, membuatnya aman dari Lutwaffe selama enam tahun. Tidak ada satatan apakah dia terus menggunakan sepatunya saat dia tidur selama enam tahun berikutnya untuk memastikan tidak ada bom jatuh ke atas trofi yang ditaruhnya itu.

8-leighton

Fergie ‘membunuh’ Jim Leighton, 1990

Setelah Manchester United bermain imbang dengan Crystal Palace pada final 1990, Alex Ferguson menunjukkan betapa dia bisa jadi manajer kejam. Menyaksikan rekaman pertandingan, dia melihat bahwa penjaga gawangnya, Jim Leighton, merupakan biang keladi dari setidaknya dua dari tiga gol Palace. Meski fakta bahwa dia dan Leighton telah berbagi banyak sejarah di Aberdeen, klub sebelumnya, Ferguson menggantikan favorit lamanya untuk pertandingan ulangan oleh Les Sealey. Setelah final itu, istri dari Leighton mengkalim bahwa keputusan itu ‘telah membunuh’ suaminya. Keputusan mungkin sudah dibuat, pergantian itu menyegarkan United, yang memenangkan pertandingan ulang itu dengan Sealey yang tampil luar biasa.