Profil pelatih Meksiko Miguel Herrera

8-miguel-herrera

Kita akan melihat pria yang menjadi simbol tim nasional Meksiko dan selebrasinya terkenal di seluruh dunia. Dia mungkin baru menjabat selama 18 bulan lebih, tetapi nyaris tidak bisa dipikirkan membayangkan tim nasional Meksiko tanpa Miguel Herrera di posisinya.

Seorang bek tengah yang telah mencatatkan 14 penampilan untuk negaranya sebagai pemain, dia adalah seorang manajer dengan popularitas yang besar di antara fans karena catatan memukaunya dan juga karakternya.

Itu terjadi setelah kemenangan kejuaraan dramatis dengan Club America di tahun 2013 – diamankan dalam adu penalti setelah timnya berhasil bangkit dengan dua gol di menit-menit akhir untuk menyamakan skor agregat – ketika Herrera ditawarkan kesempatan untuk memimpin negaranya.

Hingga titik tersebut, pelatih 46 tahun ini, mungkin tidak adil mengatakan, telah dilihat sebagai seorang pelatih yang yang datang dalam pertandingan besar yang gagal dua kali menjuarai final dalam kepemimpinannya di Monterrey.

Tetapi seleberasinya di Azteca Stadium yang bergeuruh malam itu merupakan pelepasan emosi yang jadi simbol dari masanya di bangku cadangan Meksiko.

‘El Piojo’ (Si Kutu) selalu jadi orang yang tempramental dan emosional. Dalam masanya sebagai pemain, dia dengan semangat mengelilingi sisi kanan mengurusi apa pun yang ada di depannya, entah itu bola atau musuhnya. Sikap agresif dan tidak masuk akal itu sering kali merugikannya.

Dipanggil pertama kali tahun 1993, dia bagian dari skuad Meksiko yang menghadiri Copa America untuk pertama kalinya tahun itu, mencapai final dalam penampilan debutnya sebelum kalah dari Argentina.

Akan tetapi, setelahnya dia tidak diberi kesempatan main di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat setelah bertikai dengan manajer El Tri saat itu, Miguel Mejia Baron. Herrera dikeluarkan wasit dalam pertandingan kualifikasi menghadapi Honduras dan akhirnya meninggalkan skuad Piala Dunia ketika pelatihnya geram dengan apa yang dia anggap sebagai tindakan indisipliner.

Di saat momen krisislah kualitas dirinya muncul. Dia sepakat mengambil alih Meksiko dari bawah setelah tim nasional ini mengalami perjalana kualifikasi terburuk Piala Dunia. Dia mengangkat skuad yang terluka, tidak punya kepercayaan diri dan memulihkan keyakinan mereka, membantu mereka melewati play-off dengan New Zealand (dengan agregat 9-3) untuk mencapai Piala Dunia 2014 di Brasil.

Tentu saja, ketika dia jadi salah satu bintang turnamen dengan selebrasi eksplosifnya yang membuatnya jadi sensasi media global. Perayaan yang diingat itu terjadi saat menghadapi Kamerun, Kroasia dan Belanda, mewakilkannya bukan hanya sebagai seseorang dan pesaing, tetapi juga menunjukkan apa arti dari tim nasional Meksiko baginya dan bagi para fans.

 

Daftar cidera parah yang mempengaruhi performa tim

8-modric

Luka Modric, Real Madrid

Luka Modric mendapatkan cidera urat betis di bulan November lalu yang membuatnya harus melewatkan 15 pertandingan di La Liga.

Dalam masa absennya tersebut, Los Blancos dikalahkan 2-1 oleh Valencia, 4-0 oleh Atletico Madrid dan 1-0 oleh Athletic Bilbao. Di Copa del Rey, mereka dikalahkan 2-0 oleh Atletico dan harus tersingkir setelah hasil imbang 2-2 di leg kedua menghadapi rival sekota mereka itu.

Cukup mengjutkan untuk sebuah tim yang berhasil mencatatkan 13 rentetan kemenangan hingga titik di mana pemain internasional Kroasia ini cidera.

Cidera yang menimpa Pepe, Sergio Ramos dan James Rodriguez tidak menambah keadaan lebih baik ketika Modric terpaksa menyaksikan pertandingan dari bangku penonton, dan meski Isco bermain dengan sangat mengagumkan di lini tengah selama absennya, kehadiran menenangkan dari Luka Modric nyaris tidak mungkin tergantikan oleh siapa pun.

Modric kembali beraksi pada tanggal 15 Maret, dan Madrid hanya kalah satu kali di La Liga sejak saat itu.

Dengan hanya enam pertandingan liga tersisa dan satu fase terpenting di semi final Liga Champions yang semakin mendekat, Modric lagi-lagi masih dirawat di meja perawatan, kali ini dengan cidera lutut.

Dengan penghujung musim yang makin mendekat, kita akan melihat betapa pentingnya cidera terakhir Modric ini.

8-strootman

Kevin Strootman, Roma

Roma berubah dari yang tadinya sebuah tim dengan kesempatan memenangkan Scudetto jadi sebuah tim yang tertinggal 15 angka di belakang pemuncak klasemen Juventus – betapa mereka membutuhkan Kevin Strootman musim ini.

Pemain 25 tahun ini, yang sayangnya harus dilanda cidera lutut selama beberapa musim, baru mencatatkan enam pertandingan di Serie A musim ini.

Miralem Pjanic juga menderita cidera yang serupa, Daniele De Rossi baru bermain dalam enam dari 13 pertandingan terakhir dia dan Seydou Keita juga absen karena cidera setelah kembali dari Piala Afrika. Semuanya ada di lini tengah!

Strootman, yang telah mencatatkan 31 pertandingan Serie A antara musim 2013/14 dan 2014/15 seharusnya mampu memainkan peran krusial bagi Roma musim ini.

Saudara Fellaini nyaris hancurkan rencana Mourinho

13-fellaini

Kemiripan Mansour Fellaini dengan saudaranya membawa kebingungan penjaga hotel yang meninformasikan kepada bos Chelsea jika United akan bermain tanpa pemain tengah raksasa Belgia ini.

Legenda Jose Mourinho yang terkenal didirikan pada persepsi bahwa dia selalu siap dengan setiap situasi yang bisa terjadi, tetapi saudara lelaki Marouane Fellaini, Mansour berusaha menguji teori tersebut beberapa jam sebelum Chelsea menghadapi Manchester United.

Fellaini mendominasi pikiran Mourinho dalam skuadnya menghadapi Liga Primer Sabtu lalu, dengan Special One memilih untuk memainkan Kurt Zouma bersama dengan Nemanja Matic di dasar lini tengah untuk mematikan ancaman aerial dari pemain Belgia ini.

Tetapi ketika hotel tempat berdiam tim Chelsea menerima seorang pengunjung dengan rambut keriting pagi hari sebelum pertandingan, Mourinho mendapatkan berita yang mengancam seluruh rencana yang telah dibuatnya: Fellaini tidak akan bermain.

Maestro Portugal ini dengan cepat bekerja keras untuk menemukan identitas sesungguhnya dari tamu yang tidak diharapkan ini, dan memberikan jalan mulus bagi Chelsea untuk mengalahkan United dan bergerak tiga angka lebih dekat pada gelar Liga Primer pertama sejak 2010.

Kami akan membiarkannya mengisi ruang kosong itu.

“Saya datang di pagi hari dan penjaga pintu mengatakan, ‘Fellaini tidak akan main,’” Mourinho berbicara kepada reporter.

“Penjaga pintu hotel menanyakan pria itu, ‘Apa yang anda inginkan di sini?’ Katanya, ‘Saya Fellaini dan saya ke sini untuk mengambil tiket dari teman saya Eden Hazard.’

“Perasaan saya tidak enak saat itu. Saya mencari di Google lewat telepon saya dan saya memasukan kata kunci ‘Fellaini brother.’ Pria itu ternyata sama.

“Jadi saya pergi dengan gambar tersebut menuju penjaga pintu itu. Saya mengatakan. ‘Yang ini atau yang ini?’ Dia melihat, ‘Yang ini.’

“Sialan, dia ternyata saudara lelakinya.”

Kejadian itu membuat Mourinho tetap memainkan rencana utamanya dengan berusaha sekuat tenaga mematikan pergerakan Fellaini. Hasilnya? Chelsea berhasil mencuri satu gol penting meski United berhasil mendominasi penguasaan bola sebanyak 70%. Mereka kini satu langkah lebih dekat pada gelar Liga Primer.

Isu Transfer Terpanas

Kerem Bulut, Western Sydney Wanderers

Penyerang tengah Western Sydney Wandreres Kerem Bulut, 23 tahun, saat ini tengah diincar oleh tujuh klub: Anderlecht, Bsel, Cercle, Brugge, Luzern, Newcastle Jets, Perth Glory dan Seoul.

Memang, Bulut punya permasalahan karakter, tetapi dia penyerang luar biasa di tingkat Liga.

Dia pencetak gol langsung, berskill dan natural yang telah mencetak lima gol dalam tujuh pertandingan A-League musim ini.

Ketimbang menetap di Australia, dia harus memberikan kesempatan bermain di Eropa, pernah bermain di Republik Ceko dan Turki sebelum pulang kandang.

FBL-EUR-C1-SCHALKE-OLYMPIACOS

Christian Fuchs, Schalke

Swansea City merupakan favorit untuk mendatangkan bek kiri dan sayap kiri Schalke Christian Fuchs, 29 tahun.

Fuchs seorang pemain sisi kiri yang energetik dan kuat yang bisa berpindah dari lini bertahan ke lini tengah. Meski dia bisa memenangkan kembali bola dengan cepat, posisinya di lini belakang tidak terlalu diandalkan.

Dia cukup menolong dalam penyerangan dan cocok bermain sebagai bek sayap.

Saat ini dia ada di peringkat 157 ranking pemain Bundesliga versi Kicker.

8-nathan

Nathan, Atletico Paranaense

Gelandang serang Atletico Paranaense Nathan, 19 tahun, akan segera bergabung dengan Chelsea. Chelsea dikabarkan membayar 6.2 juta euro untuk mendatangkan Nathan. Nathan hanya bermain 27,3 persen dari pertandingan Atletico Paranaense musim lalu. Dia gagal mencetak satu gold an hanya memberikan satu assist dalam 380 menit penampilan.

Akan tetapi lain cerita di ajang Piala Dunia U17 tahun 2013 lalu, ketika dia menerima penghargaan Silver Ball, sebagai pencetak gol terbanyak di bawah pemain Nigeria Kelechi Iheanacho.

Nathan mencetak lima gol dan memberikan empat assist di turnamen dan dijuluki sebagai pemain kunci oleh kelompok kajian teknis FIFA, yang mengatakan: “Playmaker kreatif, berbahaya, cepat, dan teknik luar biasa.”

Atletico Paranaense punya catatan yang baik mengirimkan pemain sepak bolanya ke kancah Eropa, di antaranya Lucas Severino yang sempat bermain di Rennes, Kleberson di Manchester United tahun 2002, Michel Bastos ke Ligue 1 di Peraencis dan Fernandinho yang sebelum bermain di City sempat bermain di Shakhtar Donetsk.

Potensi Muda Yang Bersinar di Liga Eropa Junior

8-sinan-kurt

Sinan Kurt, Bayern Munich

Sinan Kurt akan menunjukan janji besarnya dalam satu pertandingan tetapi jatuh di pertandingan lain. Jika dia bisa memberikan konsistensi dan manajer utama Bayern Pep Guardiola mau membantunya, dia tentu bisa jadi ancaman luar biasa.

Posisi terbaiknya tampkanya belum dipasitkan, meski beberapa percobaan sebagai pemain sayap dan penyerang tengah belum terlihat memukau seperti yang dia lakukan di lini tengah, bukan penyerang.

Dia bisa bermain dengan kaki kiri dan kanan dan cerdik, dan dia punya tembakan yang tajam dengan tingkat kepintaran sepak bola yang tinggi. Dia menemukan ruang dengan mudah ketika dia bergerak tanpa bola.

8-andriy

Andriy Boryachuk, Shakhtar Donetsk

Boryachuk punya kaki yang sangat lincah, penyerang yang gesit yang telah membuktikan dia bisa cair dengan banyak formasi dan keadaan. Langkah Shakhtar Donetsk ke final jauh dari kata mudah, dan dia memainkan sejumlah peran dan menunjukan banyak variasi permainannya selama perjalanan mereka.

Dia cukup cepat untuk bermain, cukup lincah untuk menembus antar lini dan punya sentuhan pertama yang baik untuk bisa melekat dengan bola. Dia menembakkan tendangan yang membentur mistar di semi final dan mencetak tiga gol secara keseluruhan, membuktikan dia juga penyelesai yang baik selain dari penghubung yang baik.

Pergerakan cemerlang di dalam dan luar kotak, selain kekuatan ini, seharusnya sudah pasti dia punya karir profesional menanti di depannya.

8-borja

Borja Mayoral, Real Madrid

Tim U19 Real Madrid harusnya jadi ladang incaran pemain muda bagi tim lainnya, karena mereka tahu, dengan kebijakan Los Blancos Galactico saat ini, sangat sedikit – jika ada – pemain dari akademi ini yang bisa menembus ke formasi tim utama.

Pencari bakat mana pun yang memperhatikan pertandingan Real Madrid tahun ini tentu akan memperhatikan Borja Mayoral, seorang penyelesai yang luar biasa dan apik dengan kemampuan teknis memukau dan keberanian untuk berlari yang baik.

Dia punya penyelesaian yang meyakinkan dengan kaki kiri dan kanan – sebuah sifat yang sangat berharga – dan meliuk-liuk bebas dari para penjaganya di ruang yang sempit dengan terobosan yang cepat dan kuat ke jantung pertahanan lawan.

Mosaik Bola Sepak Terbesar: BMO dan Toronto Pecahkan Rekor Dunia

8-mosaik

Tidak hanya berita tentang pertandingannya saja, tetapi segala hal yang terkait dengan sepak bola selalu jadi hal yang menarik untuk diketahui. Di bawah ini adalah sebuah informasi yang terkait dengan sepak bola. Sebuah rekor yang diciptakan dan dicatat dalam Guinness Book Records.

Bekerja sama, masyarakat Toronto dan juga para pengunjung dengan seksama memasangkan 1.288 buah bola sepak ke sebuah tempat untuk membentuk sebuah mosaic seluas 57,92 meter persegi yang menggambarkan sebuah logo BMO (Bank of Montreal) berwarna merah, putih dan biru – mencatatkan rekor dunia baru untuk mosaic bola sepak terbesar, menurut World Record Academy.

“Suatu pencapaian yang luar biasa untuk kota Toronto, bagi para pegawai BMO, mitra kami dan juga Kids Help Phone,” ungkap Su McVey, Wakil Presiden, BMO, Bank of Montreal.

“Pencapaian ini memberikan setiap orang yang berpartisipasi suatu tempat dalam buku rekor dan mengukuhkan tempat Toronto sebagai sebuah kota berkelas dunia yang tahu tentang cara bagaimana untuk bersenang-senang dan membantu mereka yang membutuhkan.”
BMO berkomitmen untuk mendonasikan dana sebesar $10.000 pada Kids Help Phone jika kota ini berhasil memecahkan rekor dunia tersebut.

AIR MILES Reward Program dan juga MasterCard Canada bergabung dengan BMO, masing-masing berjanji untuk menyamai jumlah donasi dari bank tersebut sehingga total dari donasi yang terkumpul berjumlah sebesar $30.000.

BMO juga mendonasikan sejumlah 1.288 bola sepak, yang dipakai untuk membuat mosaic pemecah rekor tersebut, kepada The Maple Leaf Sports & Entertainment Team Up Foundation, yang akan menyebarkan seluruh bola tersebut kepada pemuda di seluruh Kanada sebagai bagian dari upaya mereka untuk mendukung kaum pemuda melalui sepak bola dan hiburan.

Guinness World Records juga mengakui rekor dunia untuk Vuvuzela (alat musik tradisional Afrika) yang ditiupkan secara bersamaan, yang dicapai oleh 12.511 penonton di pertandingan sepak bola Vodacom Challenge di Nelson Mandela Bay Stadium di Port Elizabeth, Afrika Selatan.

Momen FA Cup yang tidak akan terlupakan

Banyak cerita dan sejarah telah terukir sepanjang gelaran FA Cup. Salah satu turnamen paling bergengsi di Inggris ini menjadi batu loncatan yang tepat bagi tim-tim di bawah Liga Primer untuk menunjukkan kualitas mereka. Tak heran, kompetisi ini selalu disajikan dengan drama yang sering kali tidak pernah dilupakan sepanjang sejarah sepak bola.

8-liverpool

Jas putih LIverpool, 1996

Sebetulnya jas mereka berwarna krim. Dan itu merupakan ide dari David James. Penjaga gawang Liverpool ini memiliki kontrak model untuk Giorgio Armani. Sehingga perusahaan penjahit baju ternama asal Italia ini bisa memberikan beberapa baju terbaiknya untuk dipakai oleh para pemain Liverpool di partai final. Sayangnya kostum tersebut justru membuat para pemain terlihat seperti sekumpulan pedagang es krim. Lawan mereka pada partai final tersebut, Manchester United, mengenakan pakaian angkatan laut, dengan gembira mengalahkan mereka.

8-michael-owen

Dua gol Michael Owen kalahkan Arsenal, 2001

Liverpool sudah berhasil memenangkan dua League Cup dan mereka tengah melaju ke final Uefa Cup ketika Michael Owen memastikan bahwa langkah Treble Winner mereka berada di trek yang tepat. Dia berhasil menyamakan gol pembuka dari Arsenal ketika, dengan dua menit waktu normal tersisa, Patrik Berger mengirimkan umpan panjang yang indah ke jalurnya. Menangkap bola dengan sempurna, sebelum melesatkan tembakan antara Lee Dixon dan Tony Adams, Owen menembakkan, dengan kaki kiri, tendangan yang melewati David Seaman. Dia merayakan gol itu dengan sebuah roda dan senyum terlebar yang pernah dilihat di Millennium Stadium.

8-ian-wright

Ian Wright kacaukan lini belakang Man United, final 1990

Penyerang tengah Crystal Palace ini baru saja kembali bugar setelah mematahkan kakinya di awal musim tersebut. Dari sejak itu dia selalu datang sebagai pemain pengganti, kecepatan dan kekuatannya memberikan malapetaka di barisan belakang Manchester United. Steve Bruce dan Gary Pallister benar-benar tidak bisa menempel ketat dia ketika dia terus berlari dan menusuk pertahanan dan mencetak dua gol ketika Palace, tim terakhir dengan seluruh pemain asal Inggris yang berlaga di final, meraih hasil imbang 3-3.